Pelatihan Strategic Talent Management
Pelatihan Strategic Talent Management untuk mengembangkan, mempertahankan, dan menyiapkan talenta terbaik melalui talent mapping dan succession planning.
Perjalanan & Kepercayaan Klien
Apa Kata Mereka
KATEGORI TRAINING
KELAS LAINNYA
-
Pelatihan Competency Based Interview
Rp5.500.000
-
Pelatihan Competency Development
Rp5.500.000
-
Pelatihan People Development Analyst Program
Rp5.500.000
-
Pelatihan Strategic Talent Management
Rp5.500.000
Deskripsi
Daftar Isi
TogglePerubahan lingkungan bisnis yang semakin cepat membuat organisasi tidak cukup hanya memiliki sumber daya manusia dalam jumlah yang memadai. Organisasi membutuhkan talenta yang tepat, pada posisi yang tepat, dengan kompetensi yang sesuai, serta mampu berkembang mengikuti kebutuhan organisasi.
Persaingan mendapatkan tenaga kerja berkualitas juga semakin tinggi. Karyawan dengan kompetensi unggul memiliki banyak pilihan dalam menentukan tempat bekerja, sementara organisasi harus memastikan investasi pada sumber daya manusia memberikan dampak nyata terhadap kinerja dan keberlanjutan bisnis.
Dalam kondisi tersebut, Strategic Talent Management menjadi bagian penting dari strategi Human Resource Management. Talent management tidak lagi hanya berkaitan dengan proses mencari atau merekrut karyawan berpotensi, tetapi mencakup proses yang lebih luas mulai dari identifikasi talenta, pengembangan kompetensi, performance management, career development, succession planning, employee engagement, hingga retention.
Melalui Pelatihan Strategic Talent Management, peserta akan mempelajari bagaimana membangun sistem pengelolaan talenta yang terarah dan selaras dengan strategi organisasi. Pendekatan ini membantu perusahaan memastikan bahwa talenta yang dimiliki dapat memberikan kontribusi optimal sekaligus berkembang dalam jangka panjang.
Apa Itu Strategic Talent Management?
Strategic Talent Management adalah pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi, memperoleh, mengembangkan, menempatkan, mempertahankan, dan mengoptimalkan talenta yang memiliki kontribusi penting terhadap pencapaian tujuan organisasi.
Talent management strategis menghubungkan kebutuhan organisasi dengan potensi dan kompetensi individu.
Secara sederhana, prosesnya dapat digambarkan sebagai:
Business Strategy → Talent Strategy → Talent Identification → Development → Performance → Retention → Succession
Artinya, strategi pengelolaan talenta harus dimulai dari pemahaman terhadap kebutuhan organisasi.
Jika organisasi ingin melakukan ekspansi bisnis, misalnya, maka kebutuhan talent-nya juga akan berubah. Organisasi mungkin membutuhkan pemimpin baru, tenaga ahli, digital talent, sales leader, maupun profesional dengan kemampuan tertentu.
Karena itu, talent management tidak dapat berjalan secara terpisah dari strategi bisnis.
Mengapa Strategic Talent Management Penting bagi Organisasi?
Talenta merupakan salah satu aset penting dalam organisasi. Teknologi, sistem, modal, dan fasilitas tidak akan memberikan hasil optimal apabila organisasi tidak memiliki orang yang mampu mengelolanya.
Beberapa alasan utama mengapa strategic talent management semakin penting adalah:
1. Persaingan Mendapatkan Talenta Semakin Tinggi
Organisasi harus bersaing mendapatkan tenaga kerja dengan kompetensi yang dibutuhkan.
Talenta berkualitas tidak hanya mempertimbangkan gaji ketika memilih organisasi. Mereka juga mempertimbangkan:
- peluang pengembangan karier;
- budaya organisasi;
- lingkungan kerja;
- kepemimpinan;
- kesempatan belajar;
- penghargaan;
- fleksibilitas;
- serta prospek jangka panjang.
Karena itu, organisasi perlu membangun employee experience yang mampu menarik sekaligus mempertahankan talenta.
2. Kebutuhan Kompetensi Terus Berubah
Transformasi digital membuat banyak pekerjaan mengalami perubahan.
Kompetensi yang dibutuhkan organisasi saat ini dapat berbeda dengan kebutuhan beberapa tahun mendatang.
Organisasi perlu mengidentifikasi kompetensi masa depan dan memastikan karyawan memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan tersebut.
Pendekatan ini berkaitan erat dengan competency development dan workforce planning.
3. Mengurangi Risiko Kehilangan Talenta
Ketika karyawan dengan kompetensi penting meninggalkan organisasi, perusahaan dapat mengalami berbagai dampak, seperti:
- kehilangan pengetahuan;
- penurunan produktivitas;
- meningkatnya biaya recruitment;
- terganggunya pekerjaan;
- hilangnya hubungan dengan pelanggan;
- serta bertambahnya beban karyawan lain.
Strategic talent management membantu organisasi mengidentifikasi posisi dan individu yang memiliki nilai strategis sehingga risiko tersebut dapat dikelola lebih baik.
4. Mempersiapkan Pemimpin Masa Depan
Organisasi tidak dapat selalu bergantung pada pemimpin yang sama.
Diperlukan sistem yang mampu mempersiapkan calon pemimpin melalui succession planning dan leadership development.
Karyawan dengan potensi kepemimpinan dapat diberikan:
- coaching;
- mentoring;
- leadership training;
- project assignment;
- job rotation;
- maupun tanggung jawab yang lebih besar secara bertahap.
Dengan demikian, organisasi memiliki talent pipeline yang lebih siap menghadapi kebutuhan masa depan.
Perbedaan Talent Management dan Strategic Talent Management
Talent management secara umum berfokus pada bagaimana organisasi mengelola talenta.
Sementara itu, strategic talent management menghubungkan pengelolaan talenta dengan strategi organisasi.
| Talent Management | Strategic Talent Management |
|---|---|
| Fokus pada pengelolaan karyawan | Fokus pada kebutuhan strategis organisasi |
| Identifikasi talenta | Identifikasi talenta kritis |
| Pengembangan individu | Pengembangan berdasarkan kebutuhan bisnis |
| Performance management | Performance yang dikaitkan dengan strategi |
| Retention | Retention untuk talent strategis |
| Career development | Career path yang mendukung talent pipeline |
| Recruitment | Workforce planning dan strategic hiring |
Dengan pendekatan strategis, organisasi tidak hanya bertanya:
“Siapa karyawan terbaik kita?”
Tetapi juga:
“Talenta seperti apa yang dibutuhkan organisasi untuk mencapai tujuan lima tahun ke depan?”
Komponen Utama Strategic Talent Management
Strategic talent management terdiri dari berbagai komponen yang saling berhubungan.
1. Talent Planning
Langkah pertama adalah menentukan kebutuhan talenta organisasi.
Talent planning perlu mempertimbangkan:
- strategi bisnis;
- struktur organisasi;
- kebutuhan tenaga kerja;
- kompetensi yang tersedia;
- kompetensi yang dibutuhkan;
- posisi kritis;
- potensi kekurangan tenaga kerja.
Dengan talent planning, organisasi dapat mengantisipasi kebutuhan SDM daripada hanya bereaksi ketika terjadi kekurangan tenaga kerja.
2. Talent Identification
Tidak semua karyawan memiliki kompetensi, potensi, dan kontribusi yang sama.
Organisasi perlu memiliki metode untuk mengidentifikasi talenta berdasarkan kriteria yang objektif.
Beberapa indikator yang dapat dipertimbangkan:
- performance;
- kompetensi;
- potential;
- leadership capability;
- learning agility;
- problem-solving ability;
- kontribusi terhadap organisasi.
Identifikasi harus dilakukan secara hati-hati agar tidak hanya berdasarkan persepsi subjektif seorang atasan.
3. Talent Acquisition
Setelah kebutuhan talenta diketahui, organisasi perlu menentukan apakah kebutuhan tersebut dapat dipenuhi melalui:
- internal talent;
- recruitment eksternal;
- talent mobility;
- succession;
- atau pengembangan karyawan yang sudah ada.
Pendekatan tersebut membuat proses recruitment menjadi lebih strategis.
Organisasi tidak hanya mencari orang untuk mengisi posisi kosong, tetapi mencari individu yang mampu memenuhi kebutuhan kompetensi organisasi.
4. Talent Development
Talenta yang sudah diidentifikasi perlu dikembangkan.
Program pengembangan dapat meliputi:
- training;
- coaching;
- mentoring;
- leadership development;
- job rotation;
- special assignment;
- project-based learning;
- knowledge sharing.
Pengembangan juga perlu berdasarkan competency gap.
Misalnya, seseorang memiliki kemampuan teknis tinggi tetapi belum memiliki kemampuan leadership yang cukup. Maka program pengembangannya dapat difokuskan pada leadership dan people management.
5. Performance Management
Talent management tidak dapat dipisahkan dari performance management.
Organisasi perlu mengetahui apakah pengembangan yang diberikan benar-benar berdampak terhadap kinerja.
Performance management dapat mencakup:
Target → Monitoring → Feedback → Evaluation → Development
Sistem ini membantu organisasi menghubungkan kontribusi individu dengan tujuan unit kerja maupun organisasi.
Baca Juga: Pelatihan Performance Management & Appraisal
Hubungan Strategic Talent Management dengan Competency Development
Talent management yang efektif harus didukung oleh sistem kompetensi yang jelas.
Organisasi perlu mengetahui:
Kompetensi Apa yang Dibutuhkan?
kemudian:
Kompetensi Apa yang Sudah Dimiliki Karyawan?
dan akhirnya:
Apa Gap di Antara Keduanya?
Dari hasil tersebut, organisasi dapat menentukan development plan.
Contohnya:
| Kompetensi Dibutuhkan | Kondisi Saat Ini | Gap | Program Pengembangan |
|---|---|---|---|
| Leadership | Menengah | Tinggi | Leadership Training |
| Communication | Baik | Rendah | Coaching |
| Data Analytics | Dasar | Tinggi | Analytics Training |
| Strategic Thinking | Menengah | Sedang | Strategic Thinking Program |
Pendekatan tersebut membuat pengembangan talenta menjadi lebih terarah.
Baca Juga: Pelatihan Competency Development
Strategic Talent Management dan Career Development
Talenta cenderung bertahan lebih lama ketika melihat adanya peluang untuk berkembang.
Karena itu, organisasi perlu menyediakan career path yang jelas.
Career development dapat mencakup:
- jalur karier vertikal;
- career movement horizontal;
- specialist career;
- leadership career;
- succession pathway.
Sebagai contoh:
Staff → Senior Staff → Supervisor → Manager → Senior Manager → Director
Namun tidak semua karyawan harus berkembang melalui jalur manajerial.
Organisasi juga dapat menyediakan jalur spesialis bagi karyawan yang memiliki keahlian tertentu.
Pendekatan ini membantu organisasi mempertahankan talent yang memiliki kompetensi tinggi tetapi tidak memiliki aspirasi menjadi manager.
Strategic Talent Management dan Employee Engagement
Talent management juga berkaitan dengan employee engagement.
Karyawan yang merasa diperhatikan perkembangannya cenderung memiliki persepsi positif terhadap organisasi.
Beberapa faktor yang dapat mendukung engagement antara lain:
- kesempatan belajar;
- career development;
- recognition;
- hubungan dengan atasan;
- lingkungan kerja;
- meaningful work;
- penghargaan yang sesuai;
- kesempatan memberikan kontribusi.
Karena itu, talent management sebaiknya tidak hanya berfokus pada kelompok high potential, tetapi tetap memperhatikan pengalaman karyawan secara keseluruhan.
Baca Juga: Pelatihan Employee Engagement
Talent Management sebagai Investasi Jangka Panjang
Talent management bukan program yang hasilnya selalu terlihat dalam waktu singkat.
Pengembangan seorang calon pemimpin, misalnya, dapat membutuhkan waktu bertahun-tahun.
Namun investasi tersebut dapat memberikan manfaat jangka panjang berupa:
- kesiapan pemimpin masa depan;
- peningkatan produktivitas;
- pengurangan talent turnover;
- peningkatan employee engagement;
- penguatan organizational capability;
- serta keberlanjutan bisnis.
Oleh karena itu, strategic talent management perlu menjadi bagian dari agenda strategis organisasi, bukan hanya program tahunan HR.
Succession Planning dalam Strategic Talent Management
Salah satu tujuan utama Strategic Talent Management adalah memastikan organisasi memiliki orang yang siap mengisi posisi penting ketika terjadi perubahan kepemimpinan maupun kebutuhan organisasi.
Proses tersebut dikenal sebagai succession planning.
Succession planning bukan hanya mencari pengganti ketika seorang pejabat atau manager keluar. Proses ini merupakan upaya sistematis untuk menyiapkan kandidat potensial jauh sebelum posisi tersebut benar-benar kosong.
Beberapa langkah succession planning meliputi:
- Mengidentifikasi posisi kritis.
- Menentukan kompetensi yang dibutuhkan.
- Mengidentifikasi kandidat internal.
- Menilai performance dan potential.
- Mengidentifikasi competency gap.
- Menyusun individual development plan.
- Memberikan pengalaman dan exposure.
- Melakukan evaluasi kesiapan kandidat secara berkala.
Dengan succession planning yang baik, organisasi tidak harus selalu mencari pemimpin dari luar ketika membutuhkan pengisian posisi strategis.
Talent Mapping untuk Mengidentifikasi Potensi Karyawan
Talent mapping membantu organisasi melihat posisi karyawan berdasarkan performance dan potential.
Salah satu pendekatan yang umum digunakan adalah 9-Box Talent Matrix.
Secara sederhana, karyawan dapat dipetakan berdasarkan dua dimensi:
Performance
dan
Potential
Hasil pemetaan dapat membantu organisasi mengidentifikasi beberapa kelompok seperti:
- High Performance – High Potential
- High Performance – Medium Potential
- High Performance – Low Potential
- Medium Performance – High Potential
- Medium Performance – Medium Potential
- Low Performance – Low Potential
Namun, hasil talent mapping tidak sebaiknya digunakan sebagai label permanen terhadap karyawan.
Talent mapping seharusnya menjadi alat untuk menentukan intervensi pengembangan yang tepat.
Karyawan dengan performance tinggi dan potential tinggi, misalnya, dapat dipersiapkan untuk posisi kepemimpinan atau tanggung jawab yang lebih besar.
Sementara karyawan dengan performance rendah mungkin membutuhkan coaching, pengembangan kompetensi, atau evaluasi terhadap kesesuaian posisi.
Mengembangkan High Potential Employee
High Potential Employee atau HiPo merupakan karyawan yang dinilai memiliki potensi untuk mengambil tanggung jawab yang lebih besar di masa depan.
Namun, potential tidak selalu sama dengan performance.
Seorang karyawan dapat memiliki performance tinggi pada posisi saat ini tetapi belum tentu siap menjadi pemimpin.
Karena itu, organisasi perlu mempertimbangkan berbagai aspek seperti:
- kemampuan belajar;
- adaptability;
- leadership potential;
- strategic thinking;
- problem solving;
- communication;
- collaboration;
- resilience;
- dan kemampuan mengambil keputusan.
Program pengembangan HiPo dapat dilakukan melalui:
- leadership development;
- mentoring;
- coaching;
- job rotation;
- strategic project;
- cross-functional assignment;
- dan exposure kepada senior management.
Strategi Mempertahankan Talenta
Mengidentifikasi talent saja tidak cukup. Organisasi juga harus mampu mempertahankannya.
Talent retention menjadi semakin penting ketika organisasi memiliki karyawan dengan kompetensi yang sulit digantikan.
Beberapa strategi yang dapat diterapkan antara lain:
Career Development
Karyawan perlu mengetahui bagaimana peluang karier mereka di dalam organisasi.
Learning & Development
Kesempatan untuk meningkatkan kompetensi dapat menjadi salah satu faktor penting dalam mempertahankan karyawan.
Recognition
Kontribusi karyawan perlu mendapatkan apresiasi yang sesuai.
Compensation & Reward
Sistem penghargaan perlu mempertimbangkan kontribusi, tanggung jawab, kompetensi, dan kondisi organisasi.
Leadership
Hubungan antara karyawan dan atasan memiliki pengaruh besar terhadap pengalaman kerja.
Employee Engagement
Organisasi perlu menciptakan lingkungan kerja yang membuat karyawan merasa memiliki kontribusi dan keterikatan terhadap organisasi.
Baca Juga: Pelatihan Compensation Management
Peran Compensation dan Remuneration dalam Talent Management
Strategic talent management juga berkaitan dengan sistem reward.
Organisasi perlu memastikan bahwa compensation dan remuneration memiliki hubungan yang wajar dengan:
- tanggung jawab;
- kompetensi;
- performance;
- kontribusi;
- posisi;
- serta struktur organisasi.
Sistem penghargaan yang tidak jelas dapat menimbulkan persepsi ketidakadilan.
Sebaliknya, sistem yang transparan dan terstruktur dapat membantu organisasi meningkatkan motivation dan retention.
Baca Juga: Pelatihan Salary Structure & Remuneration
Talent Analytics dalam Pengambilan Keputusan
Pengelolaan talenta modern semakin membutuhkan pendekatan berbasis data.
Talent analytics membantu organisasi menggunakan data untuk memahami kondisi tenaga kerja dan menentukan prioritas pengembangan.
Data yang dapat dianalisis misalnya:
- turnover rate;
- absenteeism;
- performance;
- training participation;
- competency gap;
- promotion rate;
- retention;
- employee engagement;
- succession readiness.
Dengan data tersebut, HR dapat menjawab pertanyaan strategis seperti:
Berapa banyak talent yang berisiko keluar?
Posisi mana yang memiliki succession risk paling tinggi?
Kompetensi apa yang paling membutuhkan pengembangan?
Program training mana yang memberikan dampak terbesar?
Pendekatan berbasis data membuat keputusan talent management menjadi lebih objektif.
Baca Juga: Pelatihan HR Analytics
Mengukur Keberhasilan Strategic Talent Management
Program talent management perlu memiliki indikator keberhasilan.
Beberapa indikator yang dapat digunakan antara lain:
| Indikator | Fungsi |
|---|---|
| Talent Retention Rate | Mengukur kemampuan organisasi mempertahankan talent |
| Turnover Rate | Mengidentifikasi tingkat keluarnya karyawan |
| Succession Readiness | Mengukur kesiapan kandidat untuk posisi kritis |
| Internal Promotion Rate | Mengukur efektivitas pengembangan talent internal |
| Employee Engagement | Mengukur keterikatan karyawan |
| Performance Improvement | Mengukur perubahan kinerja |
| Competency Gap | Mengidentifikasi kebutuhan pengembangan |
| Time to Fill Critical Position | Mengukur kecepatan pengisian posisi penting |
Indikator tersebut dapat disesuaikan dengan kebutuhan organisasi.
Yang paling penting adalah memastikan KPI talent management benar-benar berhubungan dengan tujuan strategis organisasi.
Tantangan dalam Implementasi Strategic Talent Management
Membangun sistem talent management tidak selalu mudah.
Beberapa tantangan yang sering muncul antara lain:
1. Talent Identification yang Subjektif
Penilaian talent terkadang terlalu bergantung pada persepsi manager.
Solusinya adalah menggunakan kriteria dan indikator yang lebih terstruktur.
2. Tidak Ada Data SDM yang Terintegrasi
Data mengenai performance, kompetensi, training, dan career history sering kali berada di tempat yang berbeda.
Hal tersebut menyulitkan HR melakukan analisis.
3. Kurangnya Dukungan Manajemen
Talent management akan sulit berjalan apabila hanya dianggap sebagai program HR.
Diperlukan dukungan dari top management dan seluruh pimpinan unit.
4. Tidak Ada Career Path yang Jelas
Karyawan akan kesulitan memahami peluang perkembangan apabila organisasi tidak memiliki jalur karier yang jelas.
5. Talent Development Tidak Konsisten
Program pengembangan terkadang hanya dilakukan ketika ada kebutuhan mendesak.
Padahal talent development seharusnya menjadi proses berkelanjutan.
Strategi Implementasi Talent Management di Organisasi
Organisasi dapat memulai talent management secara bertahap.
Tahap 1 — Menentukan Posisi Strategis
Identifikasi posisi yang memiliki dampak besar terhadap keberlangsungan organisasi.
Tahap 2 — Menentukan Kompetensi Kritis
Tentukan kompetensi yang dibutuhkan untuk setiap posisi tersebut.
Tahap 3 — Melakukan Talent Assessment
Evaluasi performance, potential, kompetensi, dan kesiapan karyawan.
Tahap 4 — Membuat Talent Mapping
Kelompokkan karyawan berdasarkan hasil assessment.
Tahap 5 — Menyusun Development Plan
Tentukan program pengembangan sesuai kebutuhan masing-masing talent.
Tahap 6 — Menyiapkan Succession Plan
Identifikasi kandidat yang dapat dipersiapkan untuk posisi kritis.
Tahap 7 — Monitoring dan Evaluasi
Lakukan evaluasi secara berkala untuk melihat perkembangan talent dan efektivitas program.
Hubungan Strategic Talent Management dengan Strategic HR Management
Strategic Talent Management merupakan bagian penting dari Strategic Human Resource Management.
Strategic HR Management melihat bagaimana seluruh kebijakan dan praktik SDM mendukung strategi organisasi.
Sementara strategic talent management memberikan perhatian khusus pada bagaimana organisasi mengelola individu dan kelompok talent yang memiliki peran strategis.
Hubungannya dapat digambarkan:
Strategic HR Management
↓
Workforce Planning
↓
Talent Management
↓
Talent Development
↓
Performance Management
↓
Succession Planning
↓
Organizational Performance
Karena itu, talent management tidak seharusnya berjalan sendiri.
Baca Juga: Pelatihan Strategic HR Management
Materi Pelatihan Strategic Talent Management
Program Pelatihan Strategic Talent Management dapat mencakup berbagai materi berikut:
- Konsep Strategic Talent Management
- Talent Management Framework
- Talent Strategy
- Workforce Planning
- Talent Identification
- Talent Assessment
- Talent Mapping
- 9-Box Talent Matrix
- High Potential Employee
- Competency Management
- Talent Development
- Career Development
- Employee Engagement
- Talent Retention
- Succession Planning
- Leadership Pipeline
- Performance Management
- Talent Analytics
- Individual Development Plan
- Talent Management KPI
- Strategic HR Alignment
Materi dapat disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan maupun instansi.
Manfaat Mengikuti Pelatihan Strategic Talent Management
Setelah mengikuti pelatihan, peserta diharapkan mampu:
- memahami konsep strategic talent management;
- mengidentifikasi talent yang memiliki nilai strategis;
- melakukan talent assessment;
- memahami talent mapping;
- menyusun development plan;
- mengembangkan high potential employee;
- membangun succession planning;
- meningkatkan talent retention;
- menghubungkan talent management dengan performance;
- menggunakan data dalam pengambilan keputusan SDM;
- serta menyelaraskan strategi talent dengan strategi organisasi.
Siapa yang Perlu Mengikuti Pelatihan Strategic Talent Management?
Pelatihan ini cocok bagi:
- HR Manager;
- HR Business Partner;
- HR Specialist;
- Talent Management Specialist;
- People Development Specialist;
- Learning & Development;
- Organization Development;
- Manager;
- Supervisor;
- Team Leader;
- General Manager;
- Kepala Divisi;
- pimpinan unit kerja;
- profesional yang menangani pengembangan SDM;
- BUMN/BUMD;
- perusahaan swasta;
- startup;
- dan instansi pemerintah.
Kesimpulan
Strategic Talent Management merupakan pendekatan penting dalam memastikan organisasi memiliki talenta yang tepat untuk mendukung kebutuhan bisnis saat ini maupun masa depan.
Talent management tidak berhenti pada proses recruitment. Pengelolaan talenta mencakup rangkaian proses yang saling terhubung mulai dari talent planning, talent identification, talent assessment, development, performance management, career development, employee engagement, retention, hingga succession planning.
Organisasi yang mampu mengelola talent secara strategis akan memiliki kemampuan lebih baik dalam mempersiapkan pemimpin masa depan, mempertahankan karyawan berkinerja tinggi, mengurangi talent risk, serta membangun organizational capability.
Karena itu, Pelatihan Strategic Talent Management dapat menjadi salah satu program penting bagi organisasi yang ingin membangun sistem pengelolaan SDM yang lebih terstruktur, berbasis kompetensi, dan selaras dengan tujuan strategis.
FAQ Pelatihan Strategic Talent Management
Apa itu Strategic Talent Management?
Strategic Talent Management adalah pendekatan sistematis untuk mengidentifikasi, mengembangkan, mempertahankan, dan mengoptimalkan talenta agar mendukung pencapaian strategi organisasi.
Apa perbedaan talent management dengan recruitment?
Recruitment berfokus pada memperoleh tenaga kerja, sedangkan talent management mencakup proses yang jauh lebih luas, termasuk development, performance, career, retention, dan succession.
Apa itu talent mapping?
Talent mapping adalah proses memetakan karyawan berdasarkan indikator seperti performance dan potential untuk membantu menentukan strategi pengembangan yang tepat.
Mengapa succession planning penting?
Succession planning membantu organisasi mempersiapkan kandidat untuk mengisi posisi strategis sehingga risiko kekosongan kepemimpinan dapat dikurangi.
Siapa yang cocok mengikuti Pelatihan Strategic Talent Management?
Pelatihan cocok untuk profesional HR, manager, supervisor, talent management specialist, people development, organization development, dan pimpinan unit yang memiliki tanggung jawab mengelola SDM.
Hubungi Kami
Tingkatkan kemampuan organisasi dalam mengidentifikasi, mengembangkan, dan mempertahankan talenta melalui Pelatihan Strategic Talent Management bersama ImProv Consulting.
📱 WhatsApp: 0812-6040-4677
📧 Email: info@improvconsulting.com
📷 Instagram: @improv.consulting
🌐 Website: www.improvconsulting.com
📍 Ceka Office Mitra Gading Villa
Jl. Kelapa Hibrida I Blok G1 No.3, Kelapa Gading Barat, Jakarta Utara.
Bangun talent pipeline yang lebih kuat, siapkan pemimpin masa depan, dan selaraskan strategi pengembangan SDM dengan tujuan organisasi melalui Pelatihan Strategic Talent Management.

Pelatihan Strategic Talent Management untuk mengembangkan, mempertahankan, dan menyiapkan talenta terbaik melalui talent mapping dan succession planning.
Tag Terkait
Solusi Pelatihan SDM sesuai Kebutuhan Instansi
Pelatihan Competency Based Interview
Pelatihan Competency Development
Pelatihan People Development Analyst Program
Pelatihan Strategic Talent Management
Frequently Asked Question
Improv Consulting adalah lembaga pelatihan dan pengembangan SDM yang fokus pada peningkatan kompetensi aparatur, karyawan, dan profesional melalui program training, workshop, seminar, dan konsultasi.
Kami menyediakan berbagai program seperti Leadership Training, Softskill & Hardskill Development, In-House Training, Workshop Interaktif, dan Customized Training sesuai kebutuhan instansi maupun perusahaan.
Peserta berasal dari instansi pemerintah, BUMN, perusahaan swasta, hingga individu profesional yang ingin meningkatkan keterampilan kerja.
Ya, semua program dapat disesuaikan (customized) dengan kebutuhan instansi atau perusahaan agar hasilnya lebih relevan dan efektif.
Metode pembelajaran kami interaktif, praktis, dan berbasis studi kasus, sehingga peserta bisa langsung mengaplikasikan ilmu ke pekerjaan sehari-hari.
Trainer kami adalah para praktisi berpengalaman, akademisi, serta profesional dari berbagai bidang yang memiliki kompetensi di tingkat nasional maupun internasional.
Ya, setiap peserta yang mengikuti pelatihan akan mendapatkan sertifikat resmi sebagai bukti kompetensi dan keikutsertaan.
Pendaftaran bisa dilakukan melalui website resmi kami, menghubungi kontak admin, atau bekerja sama langsung melalui penawaran program instansi/perusahaan.
